Tak Tatap Muka Bukan Berarti Tak Ber Etika
Oleh : Praditha Salwa Melodi
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali mengeluarkan
surat edaran khusus tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan di tengah wabah
virus Covid-19. Surat Edaran ini bernomor 4 tahun 2020 yang ditekankan Nadiem
Makarim pada 24 Maret 2020. Surat Edaran ini berisi tentang bagaimana
memprioritaskan kesehatan para siswa, guru, dan seluruh warga sekolah, maka
segala aktivitas dilakukan di rumah, lalu Kemendikbud juga mengeluarkan Surat
Edaran Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah
Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Staf Ahli Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Bidang Regulasi, Chatarina Muliana Girsang menuturkan, Surat Edaran Nomor
15 ini untuk memperkuat Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang
Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Covid-19. “Saat ini layanan pembelajaran masih mengikuti SE Mendikbud nomor 4
tahun 2020 yang diperkuat dengan SE Sesjen nomor 15 tahun 2020 tentang Pedoman
Pelaksanaan BDR selama darurat Covid19,” ujarnya pada Bincang Sore bersama
Gugus Tugas Penanganan Covid-19 secara daring, di Jakarta, belum lama ini. Dalam
surat edaran ini disebutkan bahwa tujuan dari pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR)
adalah memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan
pendidikan selama darurat Covid-19, melindungi warga satuan pendidikan dari
dampak buruk Covid-19, mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 di satuan
pendidikan dan memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta
didik, dan orang tua.
Menuntut ilmu merupakan hal yang wajib dilakukan bagi setiap orang.
Dengan menuntut ilmu kita akan mendapatkan banyak sekali pengetahuan dan juga
wawasan. Virus Covid-19 ini menyebar begitu cepat tanpa jeda sehingga banyak
aktivitas yang mau tidak mau harus dibatasi. Akibat dari pandemi ini kita
melakukan segala aktivitas di rumah salah satu contohnya adalah kuliah. Masa
pandemi Covid-19 ini kuliah tatap muka belum bisa dilakukan, karena untuk
mengurangi angka penyebaran Covid-19. Agar kegiatan belajar mengajar dapat
berjalan seperti biasanya, pemerintah menerapkan kegiatan pembelajaran jarak
jauh dengan sistem online atau bisa kita kenal juga dengan sistem daring.
Mungkin cara pembelajaran ini merupakan hal yang baru bagi beberapa orang, maka
dari itu banyak sekali hal yang harus diperhatikan, salah satunya adalah etika
berperilaku. Tak tatap muka bukan berarti tak ber etika, kan?.
Banyak tantangan dari pembelajaran jarak
jauh ini. Google meet, google clasroom,
zoom, dan aplikasi semacamnya kini merupakan hal yang sudah umum dan menjadi
media untuk belajar mengajar secara online. Banyak yang berpendapat cara ini
kurang efektif dilaksanakan dan malah menjadikannya sebagai ajang
bermalas-malasan, libur terlalu lama membuat kita lupa kalau masih berstatus
pelajar yang dimana tugas pelajar adalah belajar. Walaupun belajar online, penegakan
etika berperilaku yang biasa kita lakuka saat tatap muka harus tetap
diterapkan.
Harus diakui, salah satu kekurangan pembelajaran daring ini adalah
minimnya penerapan etika. Karena keterbatasan pembelajaran jarak jauh ini yang
dilakukan dengan tatap muka secara virtual pasti kehilangan rasany berinteraksi
secara langsung. Etika merupakan dasar terbentuknya moral setiap orang, etika
yang baik mencerminkan setiap pribadi manusia itu seperti apa, jika kita sudah
paham prinsip tentang etika maka kita bisa menyesuaikan diri atau menempatkan
diri dimanapun kita berada. Etika berperilaku dalam menuntut ilmu secara online
ini harus kita niatkan dan terapkan, niat dalam hati yang tulus karena niat
adalah kunci. Sebagai contoh, dalam pembelajaran online ini ketika ada zoom
kelas yang diadakan banyak sekali mahasiswa yang off-cam (mematikan kamera saat zoom berlangsung) dibalik off cam itu, dosen atau guru yang sedang
menerangkan pasti tidak tau mereka sedang apa, mereka mendengarkan atau tidak,
atau asyik dengan telepon genggamnya? Jika kita mempunyai etika, hal tersebut
tidak akan kita lakukan karena kita sadar bahwa pembelajaran online maupun
offline itu sama saja hanya berbeda dalam hal tatap muka langsung dan tatap
muka tidak langsung, jika dosen atau guru sedang menerangkan kita harus
memperhatikannya, kecuali ada hal yang penting sehingga kita tidak bisa on cam
itupun kalau kita mempunyai etika kita pasti meminta izin terlebih dahulu.
Bahkan masih banyak sekali yang katanya “mahasiswa” tapi tidak paham betul
bagaimana caranya berkomunikasi dengan dosen, seperti memulai percakapan di
chat dengan huruf “P” saja, tidak memperkenalkan diri, tidak mengucapkan salam.
Etika merupakan kontrol utama dalam melakukan sesuatu, maka dari itu
etika merupakan hal yang sangat penting. Dalam pembelajaran daring ini kita
juga harus mempunyai attitude yang baik dalam berkomunikasi dengan dosen maupun
dengan teman sendiri. Disini ada beberapa tips atau contoh bagaimana etika
berperilaku kuliah daring dengan baik dan benar:
Pertama, kita harus tetap
memakai baju yang rapi dan sopan. Walaupun belajar dari rumah, namun kita juga
harus berpakaian layaknya belajar di kampus, yaitu memakai kemeja, dan
memperhatikan penampilan kita, kan tidak lucu kita zoom memakai baju tidur
seperti piyama atau daster.
Kedua, tepat waktu
dalam mengikuti pembelajaran. Walaupun kegiatan pembelajaran dilakukan secara
daring kita harus tetap absen diwaktu yang sudah ditentukan, jangan telat
karena ketiduran.
Ketiga, Matikan mic
jika tidak ada hal yang penting. Dalam pembelajaran online, kalau kita sedang
melaksanakan zoom atau google meet mematikan microphone merupakan hal yang
lumrah dilakukan karena kalau kita on mic takutnya mengganggu orang yang sedang
menerangkan materi, berbicaralah bergantian agar semuanya dapat mendengar dan
menyimak dengan baik.
Keempat, Aktifkan
kamera agar wajah terlihat jelas. Dengan menyalakan kamera, ekspresi kita saat
mendengarkan materi dapat terlihat apakah kita menyimaknya atau tidak.
Kelima, Memperhatikan
etika terhadap dosen. Kita harus memperhatikan etika terhadap dosen dengan baik
seperti tidak menghubungi dosen ketika larut malam, memperkenalkan diri dan
mengucapkan salam sebelum menghubungi dosen, serta tidak menyepelekan pembelajaran
online mengingat kita lah yang butuh ilmu.
Keenam, selama
pembelajaran online, gunakanlah etika sama seperti ketika pembelajaran offline.
Kuncinya kita harus tetap menerapkan etika berperilaku yang baik, dengan dosen
maupun sesama teman, gunakan bahasa yang komunikatif agar tetap saling
memahami.
Ada beberapa hal yang mungkin dilupakan dalam pembelajaran jarak jauh
ini, salah satu hal yang dilupakan adalah bagaimanakah kita harus bersikap
ataupun tetap berperilaku baik walaupun belajar daring. Nah, hal-hal diatas
merupakan etika atau aturan yang harus kita terapkan dalam pembelajaran jarak
jauh ini, dalam proses belajar mengajar kita harus tetap memberikan rasa hormat
dan menghargai lawan bicara. Yang harus kita ingat adalah, ada adab sebelum
ilmu. Orang beradab sudah pasti berilmu, orang berilmu belum tentu beradab.
Kita sebagai mahasiswa harus menjadi orang yang beradab sekaligus berilmu.
Artikel ini juga dapat dilihat di https://www.duniakampus40.net/
Don't forget to click this
Betull etika itu adalah hal yg penting. Artikel yg bermanfaat👍
BalasHapusartikelnya bermanfaat
BalasHapusSetuju banget ama artikelnya
BalasHapus