Menjadi Pemimpin
Oleh : Praditha Salwa Melodi
Menjadi
pemimpin bukanlah hal yang mudah, karena diberi tanggung jawab yang besar serta
tekad dan kemauan yang keras untuk bisa memimpin. Menjadi pemimpin yang hebat
tentu tidak dapat terjadi secara tiba-tiba, seorang pemimpin besar pasti
dimulai dai hal kecil terlebih dahulu, contohnya ketua Karang Taruna yang
menjadi narasumber terhadap essay saya ini, menurutnya seorang pemimpin
bertanggung jawab bukan hanya kepada para anggota yang dipimpin tetapi juga
kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan begitulah dia akan dihormati dan disegani
oleh para anggotanya.
Narasumber saya kali ini bernama Rayvico Septiand yaitu ketua katar di
RT saya, usia kami berbeda dua tahun saja. Nah disini saya ingin bertanya-tanya
tentang kemimpinan dan hubungannya dengan sosial dan budaya. Pertama, menurut
pendapatnya pemimpin itu harus mudah bergaul dan dapat bersosialisasi dengan
baik karena pemimpinlah yang menghubungkan satu anggota dengan anggota lainnya
agar menjadi lebih dekat dan membentuk satu kesatuan. Baginya yang paling
penting adalah pemimpin harus bersikap fleksibel, dia mau mendengarkan
siapapun, menerima masukan dan kritikan, yang artinya dia masih ingin
memperbaiki diri dan mau terus belajar. Pemimpin juga tetap harus menyadari
bahwa semua orang punya hak dan kewajiban yang sama, serta sepenuh hati
mengarahkan seluruh anggotanya pada satu tujuan yang sama, dengan begitu para
anggota akan merasa keberadaan mereka sangat berarti dalam organisasi. Karena
organisasi merupakan sebuah satu – kesatuan, yang mana seluruh komponen ikut
berperan membangun organisasi. Pemimpin harus mengingat bahwa dia adalah
pelayan bagi organisasi yang dia pimpin, dan selalu mendahulukan kepentingan
bersama di atas kepentingan pribadi.
Topik yang
saya ambil adalah sosial budaya karena sangat relate dengan lingkungan saya. Di
Lingkungan RT saya tentunya banyak sekali pendatang-pendatang yang bukan warga
asli dari daerah saya ini, pastinya terdiri dari banyak suku yang berbeda
dengan kebiasaan yang berbeda juga. Ketua Katar RT saya berupaya menyatukan
pemuda-pemuda di RT saya yang berbeda tersebut menjadi suatu kesatuan,
contohnya sebagai penghubung agar organisasi karang diikut sertakan dalam
kegiatan apa saja yang ada dimasyarakat, mulai dari bergotong-royong membangun
gapura, membangun jalan, membersihkan selokan, olahraga pagi, panitia
Agustusan, bazar, pembagian daging kurban, pengajian bulanan dan lain-lain
Kalau
sedang rapat organisasi, banyak sekali hal yang dapat didiskusikan diluar topik
yang dibahas, seperti bercerita tentang kebudayaan di daerah asal masing-masing
ataupun kalau sudah selesai rapat kita bisa main game online bareng, kalau dulu
sih sebelum adanya karang taruna ini berhubung kita dari dulu tetangaan juga,
mungkin belasan tahun yang lalu kali ya? saat kita masih kecil masih SD bahkan
kita suka sekali bermain permainan tradisional seperti petak umpet, ampar-ampar
pisang, gobak sodor, hmmm.. apalagi ya? banyak deh, kalau dulu sih jaman kita
masih bisa yaa main begitu karena masih kecil juga, kalau jaman sekarang anak-anak
SD rata-rata mainnya udah main hp, dulu boro-boro yakan, nah obrolan ini juga
cukup relate nih sama topik yang kita omongin yaitu sosial dan budaya. Menurut
dia semakin kesini budaya sendiri semakin terkikis karena perkembangan zaman
dan tentu ada pengaruhnya ke kehidupan sosial juga, zaman sekarang kebanyakan
orang lebih asik sama handphonenya sendiri dibanding bermain tatap muka bersama
teman sebaya.
Karang
Taruna di RT sih menurut dia merupakan salah satu jalan agar kebudayaan sendiri
tidak termakan zaman setidaknya di lingkungan RT sekitar dahulu deh, sebagai
ketua yang tugasnya memimpin dan membuat konsep, acara-acara yang dilaksanakan
cukup membuat warga sekitar bersosialisasi dengan baik. Budaya rakyat Indonesia
adala gotong royong maka dari itu di linkungan RT diadakanlah kerja bakti untuk
bersama-sama menjaga lingkungan yang ada, membersihkan aliran selokan dan
banyak lagi. Selain menjaga kebersihan lingkugan kegiatan kerja bakti tersebut
juga menyatukan warga-warga yang ada karena kita saling bekerja sama dalam
melaksanakan tugas tersebut. Acara lainnya ada lomba tiap tahun, nah lombanya
juga bermacam-macam, ada lomba makan kerupuk, lomba kostum daerah, lomba
menghias sepeda, dan lain-lain. Biasanya acara sehabis lomba ada nonton bareng
atau sekedar liat foto dan video dokumentasi lomba tahun lalu, konsep nontonnya
di lapangan pake proyektor jadi kaya layar tancep gitu kalo zaman dulu.
Dalam
menyiapkan konsep tiap acara pastinya banyak juga orang-orang yang terlibat
karena tidak mungkin kan ketua sendirian? Ketua dibantu oleha anggota-anggota
organisasi yang hebat juga nah tugas ketua sebagai pemimpin adalah memimpin
jalannya rapat agar acara terkoordinir dengan baik. Oiya di Karang Taruna ini
bukan hanya sekumpulan remaja yang seumuran tetapi ada juga yang usianya lebih
tua dan ada juga yang lebih muda dari saya. Karang taruna bukan hanya tempat
untuk rapat atau bersenda gurau tetapi disini kita juga bisa belajar menghargai
pendapat orang lain, memahami karakter orang lain dan bisa jadi disiplin. Kami
juga sering bertukar informasi apa saja supaya selain berorganisasi kita juga
bisa menambah ilmu.
Baginya,
kepemimpinanpun bukan hanya perihal menjadi kepala dari suatu badan tapi
kepemimpinan merupakan salah satu jalan untuk menjadi orang yang lebih
bermanfaat. Pemimpinpun tidak bisa hanya berjalan sendirian, karena sejatinya
amanah untuk seorang pemimpin sangat besar bahkan dunia dan seisinyapun tak
bisa dan tidak berani untuk memikul amanah yang diberikan kepada manusia.
Jangan lupa cek duniakampus40.net yaaaaah!^^
Komentar
Posting Komentar